Jumat, 25 Maret 2016

5 Mitos Android Yang Selalu Di Anggap Benar




FreeStore48 | Beberapa mitos dari smartphone membuat kita menjadi penasaran. Jadi untuk mengetahui kepastiannya mari kita baca artikel berikut. SmartPhone berbasis Android semakin populer beberapa tahun belakangan ini dimana semakin banyak vendor yang mengeluarkan ponsel dengan sistem operasi Android. Terlepas dari popularitasnya, terdapat banyak sekali mitos Android yang secara tidak sadar dipercaya dan dianggap benar oleh kebanyakan orang, tanpa ada upaya untuk mempertanyakan kebenaran mitos tersebut.
Mitos Android ini sendiri muncul akibat berbagai hal mulai dari ketidaksengajaan, ataupun kejadian yang hanya terjadi beberapa kali, namun kemudian mitos ini dianggap sebagai sebuah hal yang mutlak kebenarannya. Beberapa mitos berikut ini adalah mitos yang dipercayai oleh begitu banyak orang sehingga perlu dibahas mengenai benar tidaknya.


Baterai Ponsel Android Yang Baru Harus Diisi Penuh Terlebih Dahulu

Pengisian Baterai pada Smartphone Android

Mitos Android pertama yang sebagian besar orang masih percaya hingga saat ini adalah mengenai baterai ponsel Android. Dikatakan bahwa baterai ponsel Android yang baru harus diisi hingga penuh terlebih dahulu sebelum dipergunakan. Hal ini bisa dikatakan sebagai sebuah mitos semata dan tidak bisa dipercaya.
Berbeda dengan baterai ponsel beberapa tahun yang lalu, baterai Smartphone saat ini telah mempergunakan baterai Lithium-ion. Jenis baterai ini jauh lebih unggul dibandingkan jenis baterai sebelumnya, sehingga tidak ada keharusan untuk mengisinya hingga penuh terlebih dahulu sebelum dipergunakan untuk pertama kali. Untuk sebuah ponsel baru sendiri, kapasitas baterai yang tersedia pada umumnya tidak mencapai 100% sehingga sangat wajar bagi kebanyakan orang untuk mengisinya hingga penuh terlebih dahulu agar mereka bisa bebas mempergunakannya.
Masih berkaitan dengan jenis baterai Lithium-ion dan proses pengisiannya. Jenis baterai ini juga tidak mengharuskan para pengguna untuk benar-benar menghabiskannya sebelum melakukan pengisian. Tidak masalah bila sebuah ponsel akan dicharge walaupun kapasitasnya masih tergolong banyak. Namun, memang disarankan untuk tidak melakukan pengisian secara berulang-ulang sebagai salah satu upaya untuk menjaga keawetan baterai.

Handphone Android Lebih Aman Dari Serangan Malware


Ancaman Malware pada Android

Untuk mitos Android yang satu ini sebenarnya tidak bisa dikatakan sepenuhnya benar. Malware bisa menyerang semua jenis Smartphone tidak perduli apapun sistem operasi atau platform yang dipergunakan. Namun apakah handphone Android lebih aman dari serangan malware atau tidak sangatlah tergantung dari sang pengguna itu sendiri.
Serangan malware itu sendiri umumnya berasal dari sumber ketiga atau aplikasi yang tidak berasal dari Google Play. Bila para pengguna hanya menginstall aplikasi yang berasal dari Google Play, maka kemungkinan untuk terserang malware sangatlah kecil. Selain itu, setiap aplikasi yang akan diinstal pada Android memerlukan ijin khusus dan para pengguna hanya perlu melakukan review terhadap ijin tersebut sebelum memutuskan untuk menginstall aplikasi tersebut.
Untuk langkah pencegahan selanjutnya adalah dengan menginstall aplikasi keamanan seperti aplikasi anti malware. Penggunaan aplikasi ini bisa membantu untuk mencegah terjadinya serangan dari malware.
Secara umum bisa dikatakan bahwa sebenarnya ponsel Android jauh lebih rentan terhadap serangan malware terutama bila dibandingkan dengan ponsel berbasis iOS karena kemudahan untuk menginstall aplikasi yang berasal dari luar Google Play. Sekali lagi semua ini tergantung dari kehati-hatian sang pengguna Smartphone itu sendiri.


Live Wallpaper Membuat Baterai Cepat Habis

Walllpaper pada Smartphone

Banyak orang yang menganggap bahwa penggunaan live wallpaper akan menguras daya baterai sehingga lebih cepat habis. Hal ini bisa dikatakan sebagai salah satu mitos Android yang tidak teruji kebenarannya. Secara umum, penggunaan live wallpaper akan mengurangi daya baterai lebih banyak bila dibandingkan dengan penggunaan wallpaper statis. Namun perbedaan yang ada tidak terlalu signifikan.
Tentu saja ada pengecualian tertentu. Bila live wallpaper yang dipergunakan juga turut memanfaatkan berbagai fitur lain dalam ponsel tersebut seperti sensor gyroscoper atau terkoneksi dengan data cuaca dari aplikasi cuaca yang ada, maka daya baterai yang dipergunakan akan jauh lebih besar dan bisa memperpendek daya baterai sebuah smartphone. Namun bila live wallpaper tersebut berdiri sendiri, maka daya baterai yang dipergunakan tergolong sangat sedikit.


Task Killer Mampu Meningkatkan Performa 

Task Killer

Pada awal sistem operasi Android diperkenalkan, penggunaan aplikasi task killer seakan-akan menjadi sebuah keharusan, sehingga tidak heran bila ribuan pengguna Android memilih untuk mendownload dan menggunakan aplikasi ini pada smartphone mereka. Tugas utama task killer itu sendiri adalah memindahkan aplikasi dari RAM begitu para pengguna selesai mempergunakan aplikasi tersebut. Mitos Android yang mengatakan bahwa penggunaan task killer mampu meningkatkan performa muncul berdasarkan keyakinan bahwa aplikasi yang telah ditutup dan dipindahkan dari RAM akan membuat kinerja ponsel semakin cepat.
Mitos Android yang satu ini bisa dikatakan hanyalah mitos semata dan tidak perlu lagi dipraktekkan dimasa sekarang. Pada saat pengguna telah selesai mempergunakan aplikasi tertentu, maka bisa saja aplikasi tersebut akan tetap berjalan di belakang layar. Namun hal ini tidak akan menimbulkan masalah apapun, bahkan dengan memindahkan aplikasi tersebut dari RAM bisa membuat aplikasi itu akan berjalan lebih lambat saat akan dipergunakan kembali. Hal ini hanya perlu dilakukan untuk aplikasi yang bermasalah saja.


NFC Yang Selalu Diaktifkan Dapat Merusak Baterai

Fitur Koneksi NFC

NFC merupakan sebuah fitur yang sedang populer belakangan ini. Fitur NFC memungkinkan sebuah Smartphone untuk melakukan pertukaran data hanya dengan menyentuhkan ponsel tersebut dengan gadget yang lain. Namun, apakah fitur NFC yang selalu diaktifkan akan bisa merusak baterai? Mitos Android yang satu ini perlu dijelaskan lebih lanjut.
Secara umum, pengaktifan NFC akan mempengaruhi daya baterai dimana penggunaan fitur ini bisa menguras hingga 25% dari total konsumsi baterai pada sebuah smartphone dalam kondisi layar yang menyala. Secara sekilas data ini menunjukkan bahwa mitos Androi yang satu ini benar adanya. Namun bila digali lebih lanjut akan terungkap berbagai data baru.
Android sendiri telah mengambil beberapa tindakan pencegahan untuk membantu mengurangi efek NFC pada daya tahan baterai seperti saat layar ponsel mati, maka hal ini secara otomatis akan membuat fitur NFC tidak berfungsi. Selain itu Android juga mengatur agar transceiver NFC tidak berjalan terus menerus melainkan hanya mengumpulkan data pada waktu-waktu tertentu dengan tujuan untuk mengurangi penggunaan baterai. Berbagai tindakan pencegahan lain juga telah diterapkan oleh Android sehingga fitur NFC hanya akan aktif pada kondisi tertentu.
Tentu saja hal ini tidak akan berlaku bila para pengguna mempergunakan fitur NFC berkali-kali setiap harinya, karena cara penggunaan seperti ini jelas akan mempergunakan daya baterai yang cukup besar dan membuat daya baterai cepat habis. Namun secara umum bisa dikatakan bahwa pengaktifan fitur NFC itu sendiri tidak akan berdampak buruk terhadap daya tahan baterai smartphone Android.
Mitos Android tersebut adalah contoh kecil dari berbagai mitos lain mengenai ponsel atau tablet dengan sistem operasi Android yang beredar di masyarakat. Masih banyak mitos Android lainnya yang perlu digali lebih lanjut mengenai benar tidaknya sebelum kamu memutuskan untuk menuruti mitos tersebut.



Note: Pasti Setelah Membaca Atikel Ini Pengalaman Kita Pasti Sudah Bertambah. Jadi Terus Kunjungi FreeStore48 !!

0 komentar:

Posting Komentar